Rabu, 08 Agustus 2012

Karya Tulis KLASIFIKASI SEPULUH MACAM SPESIES HEWAN KELAS MAMALIA DI MUSEUM BIOLOGI

KLASIFIKASI SEPULUH  MACAM SPESIES HEWAN KELAS MAMALIA DI MUSEUM BIOLOGI
Karya tulis ini untuk memenuhi persyaratan mengikuti ujian nasional
di SMA Negeri 1 Panawangan


Disusun Oleh:
Nama :  Iis Suryani
Kelas : XII IPA 1
NIS : 091010010


PEMERINTAHAN KABUPATEN CIAMIS
DINAS PENDIDIKAN
SMA NEGERI 1 PANAWANGAN
2011/2012


 
LEMBAR PENGESAHAN
KLASIFKASI SEPULUH MACAM SPESIES HEWAN KELAS MAMALIA
DI MUSIUM BIOLOGI

Disusun oleh :
Iis Suryani

Pada Tanggal : ………………………………

Disetujui Oleh :
Wali Kelas XII IPA 1



Drs. Asep Adiwijaya
NIP. 196005291989031003
Pembimbing



Drs. Haris Harsin, M.Pd.
NIP. 196412141993031005

Mengetahui,
Kepala SMA Negeri 1 Panawangan



Drs. Sobandi Heryanto,M.Pd.
Pangkat : Pembina Tk. I
NIP.195803151982031013

Telah Diuji
Pada Tanggal : ……………………



KATA PENGANTAR
Bismillahhirrahmanirrahim
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
            Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Allah Yang SWT.  yang telah memberikan nikmat iman, nikamt islam dan nikmat sehat wal’afiat, sehingga penulis dapat menyelesaikan karya tulis ini. Salawat dan salam mudah-mudahan tercurah limpahkan kepada nabi akhirul zaman Nabi Muhammad Saw.  kepada keluarganya, sahabatnya dan kita semua, semoga mendapat syafaatNya. Amin……..
            Karya tulis ini dibuat dengan tujuan untuk memenuhi salah satu syarat mengikuti Ujian Nasional di SMA Negeri 1 Panawangan.
            Selama pembuatan karya ini, banyak hambatan yang dihadapi penulis baik dari kekurangan pengetahun penulis sendiri ataupun dari ketersedian sarana dan prasarana, namun berkat beberapa pihak yang telah membantu baik berupa moril ataupun materiil,  penulis dapat menyelesaikan karya tulis ini.
            Maka penulis menyampaikan terimakasih kepada beberapa pihak diantaraya:
1.      Ayah dan Ibu tercinta, yang telah memberikan dukungan  materi dan semangat  kepada penulis,
2.      Bapak Drs. Sobandi Heryanto, selaku Kepala SMA Negeri 1 Panawangan,
3.      Bapak Drs. Asep Adiwijaya, selaku wali kelas XII IPA 1
4.      Bapak Drs. Haris Harsin,M.Pd selaku pembimbing yang telah membingbing selama pembuata karya tulis ini,
5.      Rekan – rekan siswa kelas XII IPA 1
Semoga Allah SWT. membalas segala kebaikannya dengan pahala dan karunia yang setimpal, Amin. Untuk itu tiada ungkapan yang paling tepat disampaikan kecuali, jazaakumullahhu khairan katsira.
Akhir kata penulis sampaikan permohonan maaf apabila dalam karya tulis ini terdapat  kesalahan dan kekurangan. Semoga karya tulis ini dapat bermanfaat bagi penulis khususnya dan bagi pembaca pada umumnya.

Panawangan,     Februari 2012

    Penulis


DAFTAR ISI
LEMBAR PENGESAHAN    
KATA PENGATAR
DAFTAR ISI
DAFTAR GAMBAR
BAB I PENDAHULUAN
1.1    Latar Belakang
1.2    Pembatasan Masalah
1.3    Rumusan Masalah
1.4    Tujun Penulisan   
1.5    Sistemtika Penulisan
BAB II KAJIAN PUSTAKA
            2.1  Pengertian Klasifikasi
            2.2  Sejarah Kasifikasi
2.3  Pengertian Mamalia
2.4  Macam-Macam Klasifikasi Mahkluk Hidup
            2.5  Tujuan dan Manfaat Klasifikasi
            2.6 Pemberin Nama Mahkluk Hidup
BAB III METODE PENELITIAN
            3.1 Objek Penelitian
            3.2 Metode Penelitian
            3.3 Teknik Penelitian
BAB IV PEMBAHASAN
            4.1  Sepuluh Macam Species Hewan Kelas Mamalia Musium Biologi
4.2 Klasifikasi Sepuluh Macam Species Hewan Kelas Mamalia
            4.3  Habitat dan Daerah Penyebaranya
            4.4  Ciri Morfologi Hewan yang di Observasi
            4.5  Manfaat Sepuluh Macam Hewan Kelas Mamalia
            4.6  Makanan yang di Konsumsinya
BAB  V KESIMPULAN DAN SARAN
            5.1  Kesimpulan
            5.2  Saran
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN-LAMPIRAN
·         Bidata Penulis
·         Gambar-Gambar Hewan yang di Observasi

 
DAFTAR GAMBAR

No.
Nama Gambar
Hal
1.
Kangguru
21
2.
Sapi
22
3.
Kukang
22
4.
Kijang
23
5.
Kelinci
23
6.
Lumba-lumba
23
7.
Orang utan
24
8.
Tupai
24
9.
Berang-berang
25
10.
Owa jawa
25

BAB I
PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang
            Makhluk hidup dimuka bumi sangat beraneka ragam, diantaranya makhluk hidup yang sudah di identifikaksi, belum di identifikasi dan sedang di identifikasi. Misalnya hewan kelas mamalia yang umumnya hidup di daratan, banyak diantara hewan kelas mamalia yang belum diketahui secara menyeluruh di karenakan keterbatasan sarana  dan prasarana yang memadai dan kurangnya teknologi manusia.
            Untuk mempermudah dalam mengidentifikasi maka dibuatlah system klasifikasi makhluk hidup yaitu dengan melihat persamaan dan perbedaan diantara hewan tersebut. Ilmu yang mempelajari prinsip dan cara mengelompokan makhluk hidup ke dalam golongannya disebut taksonomi atau sistematik.
            Problem saat ini meskipun sudah diklasifikasikan namun banyak dintaranya yang belum mengetahui mengenai system klasifikasi makhluk hidup, misalnya klasifikasi hewan kelas mamalia, banyak yang belum mengethui mengenai system klasifikasi tersebut, baik yang sudah diklasifikasi masa lampau maupun yang diklasifikasi sekarang ini.
            Latar belakang itulah penulis tertarik untuk melakukan observasi terhadap  system klasifikasi hewan kelas mamalia yang ada di Museum Biologi dan dilatar belakangi oleh jurusan pendidikan yang ditempuh penuls sendiri yaitu bidang IPA dan merupakan salah satu syarat dari sekolah untuk mengikuti ujin nasional. Karya tulis ini diberi judul “Klasifikasi Sepuluh Spesies Hewan Kelas Mamalia “.

1.2 Pembatasan masalah
Masalah yang akan dibahas dalam karya tulis ini hanya membahas mengenai sepuluh spesies hewan kelas mamalia macam di museum biologi diantaranya:
1.                  Menjelaskan  10 macam hewan kelas mamalia yang di observasi,
2.                  Menjelaskan klasifikasi dari hewan tersebut,
3.                  Menjelskan daerah penyebarannya,
4.                  Menjelaskan ciri-ciri morfologi dari hewan tersebut,
5.                  Menjelaskan manfaat dari hewan tersebut,
6.                  Menjelaskan makanan yang di konsumsi oleh hewan tersebut.

1.1              Rumusan Masalah
Masalah yang akan dibahas dalam karya tulis ini dirumuskan dalam bentuk pertanyaan adalah sebagai berikut: 
1.                  Apa saja sepuluh macam kelas mamalia yang ada di musium biologi?
2.                  Bagaimana klasifikasi hewan tersebut?
3.                  Bagaimana daerah penyebaran dari hewan tersebut?
4.                  Bagaimana ciri-ciri morfologi hewan tersebut?
5.                  Apa saja manfaat yang dapat di ambil dari hewan tersebut?
6.                  Apa saja makanan yang dapat di konsumsi oleh tersebut?

1.2               Tujuan Penulisan
Tujuan dari penulisan karya tulis ini adalah sebagai berikut :
1.                  Mengetahui sepuluh macam spesies hewan kelas mamalia yang ada   di    musium biologi
2.                  Mengetahui  klasifikasi hewan yang di observasi di Museum Biologi
3.                  Mengetahui daerah penyebaran dari hewan yang di obsevasi
4.                  Mengetahui ciri-ciri morfologi dari hewan yang di observasi
5.                  Mengetahui  manfaat yang dapat di ambil dari hewan yang di observasi
6.                  Mengetahui  makanan yang dapat di konsumsi oleh hewan yang di observasi

1.3               Sistematika Penulisan
BAB I PENDAHULUAN
1.1               Latar Belakang
1.2               Pembatasan Masalah
1.3               Rumusan Masalah
1.4               Tujun Penulisan
1.5               Sistemtika Penulisan
BAB II KAJIAN PUSTAKA
            2.1  Pengertian Klasifikasi
            2.2  Sejarah Kasifikasi
            2.3  Pengertian Mamalia
            2.4  Macam-Macam Klasifikasi
            2.5  Tujuan dan Manfaat Klasifikasi
            2.6  Pemberin Nama Mahkluk Hidup
BAB III METODE PENELITIAN
3.1 Objek Penelitian
3.2 Metode Penelitian
3.3 Teknik Penelitian
BAB IV PEMBAHASAN
4.1  Sepuluh Macam Hewan Kelas Mamalia di Museum yang di     Observasi
4.2     Klasifikasi Sepuluh Macam Hewan Kelas Mamalia di Museum Biologi
4.3    Habitat dan Daerah Persebaran Sepuluh Macam Spesies  Hewan  di Museum Biologi
4.4    Ciri- Ciri Morfologi dari Sepuluh Hewan yang di Observasi
4.5     Manfaat dari  Sepuluh Macam Spesies Hewan Kelas Mamalia
4.6    Makanan yang dapat di Konsumsi oleh Hewan yang di Observasi
BAB IV KESIMPULAN
                  5.1  Kesimpulan
                  5.2  Saran






BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1  Pengertian Klasifikasi
            Klasifikasi adalah pengelompokan aneka jenis hewan atau tumbuhan ke dalam golongan-golongan tertentu. Golongan-golongan ini di susun secara runtut sesuai dengan tingkatannya (hierarkinya), yaitu di mulai dari yang lebih kecil tingkatannya hingga ketingkat yang lebih besar. Ilmu yang mempelajari prinsip dan cara mengelompokan makhluk hidup ke dalam golongnnya disebut taksonomi atau sistematik.(Ari Sulistyorini,2009,31).           
            Takson adalah mkhluk hidup yang memiliki persamaan  ciri, dikelompokan  ke dalam satu kelompok.
            Tingkatan Klasifikasi berdasarkan takson dari tingkatan yang  terbesar hingga terkecil adalah sebagai betikut :
1.      Kingdom / Regnum / Kerajaan
Dalam biologi, kerajaan (bahasa Inggris: Kingdom; Latin: regnum, pl. regna) adalah tingkatan paling atas dari tingkatan klasifikasi makhluk hidup.
2.      Divisio/Filum
Dalam biologi, divisio atau divisi adalah istilah yang sama dengan filum. Divisio dipakai dalam taksonomi untuk kerajaan tumbuhan dan fungi
Filum dari bahasa Yunani; phylum adalah cabang. Biasanya kata ini dipakai dalam ilmu bahasa perbandingan atau dalam ilmu biologi dalam menguraikan atau mengklasifikasikan hubungan 'keluarga' antar jenis atau bahasa.
3.      Kelas/Classis
Kelas atau Classis adalah suatu tingkat atau takson dalam klasifikasi ilmiah hewan dan tumbuhan dalam biologi. Tingkat ini berada di bawah filum dan di atas ordo. Contohnya, mamalia adalah kelas untuk anjing, di mana filumnya adalah chordata (hewan dengan tulang belakang) dan familianya adalah karnivora (hewan pemakan daging).
4.      Ordo/Bangsa
Ordo atau bangsa (Bahasa Latin: ordo, jamak ordines) adalah suatu tingkat atau takson antara kelas dan familia. Istilah ini pertama kali diperkenalkan oleh ahli botani Jerman Augustus Quirinus Rivinus dalam klasifikasi tumbuhannya. Carolus Linnaeus merupakan orang pertama yang secara konsisten menerapkannya dalam klasifikasi tiga kerajaan besar: mineral, hewan, dan tumbuhan dalam bukunya Systema Naturae (1735)
5.      Familia/Suku
Familia (Bahasa Latin: familia, jamak familiae) dalam klasifikasi ilmiah adalah suatu takson yang berada antara ordo dan genus. Pengindonesiaan takson ini adalah suku (dipakai dalam banyak pustaka ilmiah), famili, atau keluarga. Istilah ini pertama kali diperkenalkan oleh ahli botani Perancis Pierre Magnol dalam bukunya Prodromus historiae generalis plantarum, in quo familiae plantarum per tabulas disponuntur pada tahun 1689. Carolus Linnaeus menggunakan istilah familia dalam bukunya Philosophia botanica (1751) untuk merujuk pada kelompok utama tumbuha


6.      Genus/Marga
Dalam biologi, genus (jamak genera) atau marga adalah salah satu bentuk pengelompokan dalam klasifikasi makhluk hidup yang lebih rendah dari familia. Anggota-anggota genus memiliki kesamaan morfologi dan kekerabatan yang dekat. Dalam sistem tatanama binomial, nama suatu spesies makhluk hidup terdiri atas dua kata, yaitu: nama genusnya (diawali dengan huruf kapital) dan nama penunjuk spesiesnya dengan ditulis atau cetak miring. Misalnya, Homo sapiens, nama ilmiah untuk spesies manusia modern, menandakan bahwa manusia modern tergolong ke dalam genus Homo
7.      Spesies/Jenis
Spesies atau jenis adalah suatu takson yang dipakai dalam taksonomi untuk menunjuk pada satu atau beberapa kelompok individu (populasi) yang serupa dan dapat saling membuahi satu sama lain di dalam kelompoknya (saling membagi gen) namun tidak dapat dengan anggota kelompok yang lain.

2.2 Sejarah Ksasifikasi
            Manusia primitif telah melakukan pengelompokan makhluk hidup atau organisme, misalnya kelompok organisme predator ( binatang pemangsa), organism beracun. Adapun juga yang mengklasifikasikan organism atas:  organisme yang baik dan organisme yang tidak baik atau merugikan.
            Pada selanjutnya manusia mulai mengelompokan makhluk hidup atas dunia hewan ( kingdom hewan) dan dunia tumbuhan ( kingdom Plantae ). Dunia hewan dibagi lagi atas : hewan yang hidup di air dan hewan yang hidup di darat. Dan dunia tumbuhan di bagi lagi atas : pohon-pohon, semak dan herbal.
Aristoteles (filosopi Yunani 384-322) mengelompokan semua mahluk hidup yang dikenal lebih 1.000 macam. Beliau dikenal sebagai Bapak Zoologi karena beliau yang merintis pengkasifikasian hewan dengan membeda-bedakan cirinya.
John Phay (Inggris, 1627-1705)merupakan tokoh utama yng memiliki modern tentang species.
            Corolus Linnaeus (1707-1778) adalah perintis pemberian nama ilmiah untuk setiap jenis mahluk hidup dengn menggunakan dua kata dari bahasa latin yang dikenal dengan nama “Binomial Nomenkaltur”.

2.3       Pengertian Mamalia
Mamalia adalah kelompok hewan vertebrata tertinggi yang penamaannya didasarkan atas keberadaan kelenjar mammae yang menghasilkan air susu untuk anak-anaknya.
Ciri ciri dari hewan kelas mamalia adalah sebagai berikut :
1.      Tubuh mamalia terdiri atas : kepala (caput), leher (serviks), badan (trunkus), dan ekor (kauda).
2.      Mempunyai glandula mammae  (kelenjar air susu) dan puting susu, tempat bermuaranya saluran-saluran glandula mammae.
3.      Kulit mimiliki kelenjar minyak (untuk meminyaki rambut)dan kelenjar keringat.
4.      Hewan merupakan organisme eukariotamultiselulerheterotrofik. Berbeda dengan nutrisi autotrofik pada tumbuhan, hewan memasukkan bahan organik yang sudah jadi, ke dalam tubuhnya dengan cara menelan (ingestion) atau memakan organisme lain, atau memakan bahan organik yang terurai.
5.      Alat pernapasan pada hewan bermacam-macam tergantung pada temapt hidupya, ada yang bernapas dengan paru-paru seperti kucinginsangseperti ikankulit seperti cacingtrakea seperti serangga

2.3  Macam-Macam Sistem Klasifikasi
a.    Sistem Dua Kingdom
Sistem ini dinyatakan oleh seorang ahli dari Yunani yang bernama Aristoteles, yang membaginya menjadi dua kingdom diantaranya:
1.      Kingdom Plantae (Tumbuhan)
Kingdom tumbuhan terdiri atas berbagai macam tumbuhan, bakteri, ganggang, jamur, tumbuhan lumut, tumbuhan paku dan tumbuhan biji. Kingdom tumbuhan ini memiliki dingding sel, klolofil, serta mampu melakukan fotosintesis, kecuali bakteri dan jamur.
2.      Kingdom Hewan
Kingdom hewn terdiri atas Protozoa, Porofera, Coelenterata, Mollusca, Arthropoda, Echinodermata, dan Chordata. Kingdom ini tidak berdinding sel, tidak berklorofil, dan dapat bergerak bebas.

b.    Sistem Tiga Kingdom
Pada tahun 1866 seorang ahli dari Jerman bernama Ernst Haekel mengklasifikasikan menjadi tiga kingdom diantaranya :
1.      Kingdom Monera
Kingdom monera terdiri atas ganggang biru dan bakteri. Kingdom monera memiliki ciri inti sel tidak berselubung (prokariotik) dan tumbuhan yang bersifat uniseluler dan multiseluler.
2.      Kingdom Plantae (Tumbuhan)
Kingdom tumbuhan terdiri atas berbagai macam tumbuhan, bakteri, ganggang, jamur, tumbuhan lumut, tumbuhan paku dan tumbuhan biji.
3.      Kingdom Animalia (Hewan)
Kingdom hewn terdiri atas Protozoa, Porofera, Coelenterata, Mollusca, Arthropoda, Echinodermata, dan Chordata.
c.          Sistem Empat Kingdom
Sistem ini dicetuskan oleh Robert Whittaker pada tahun 1959. Beliau mengklasifikasikannya menjadi empat kingdom diantaranya.
1.      Kingdom Monera
Kingdom Monera terdiri atas semua makhluk hidup yang tidak memiliki membran  inti (prokariotik) misalnya bakteri dan ganggang biru.
2.      Kingdom Fungi
Kingdom fungi terdiri atas semua jamur (fungi).
3.      Kingdom Plantae (Tumbuhan)
Kingdom tumbuhan terdiri atas berbagai macam tumbuhan, bakteri, ganggang, jamur, tumbuhan lumut, tumbuhan paku dan tumbuhan biji.
4.      Kingdom Animalia (Hewan)
Kingdom hewn terdiri atas Protozoa, Porofera, Coelenterata, Mollusca, Arthropoda, Echinodermata, dan Chordata.
d.         Sistem Lima Kingdom
R.H. Whittaker (1969) menyusun klasifiasi berdasarkan tingkatan makhluk hidup, susunan sel, dan cara memperoleh nutrisi. Sistem lima kingdom ini diantaranya :
1. Kingdom Monera
Monera digolongkan ke dalam kelompok organisme tingkat rendah, yang mikroskopik. Monera merupakan organisme yang tidak mempunyai membran inti. Monera dibagi menjadi dua (filum), yaitu Schizophyta dan Cyanophyta. Schizophyta yaitu kelompok yang biasanya dikenal sebagai”bakeri”. Cyanopyta (cyano = biru), yaitu kolompok prokariotik yang biasanya dikenal sebagai ganggang biru (blue green algae).

2.      Kingdom Protista
                 Istilah protozoa berasal dari bahasa Yunani, yang artinya “hewan pertama”. Umumnya bersel satu, tidak mempunyai dinding sel dan makanannya berupa partikel-partikel. Protozoa biasanya memperoleh makan dengan cara fogostosis  atau dengan absorbs molekul-molekul organic. Protozoa bibagi menjadi 4 klasis berdasarkan cara bergeraknya yaitu klasis Sarcodina, Flagellata, Ciliata  dan Sporozoa.
3.   Kingdom Fungi
Kebanyakan fungi berbentuk filament yang disebut hifa, kecuali yeast (Sacharomyces cerevicae)
4.   Kingdom Plantae (Tumbuhan)
Kingdom ini mempunyai ciri-ciri eukariotik, mempunyai mitokondria, plastida dan organela-organela lainnya.  Bersifat autotrof dengan melakukan fotosintesis dan kemosintesis.
5.   Kingdom Animalia (Hewan)
Kingdom terdiri dari atas semua hewan yang mempunyai eukariotik, bersel banyak, dan terferensiasi membentuk suatu jaringantertentu, bersifat heterotof, dan dapat bergerak bebas.Kngdom terdiri dari beberapa filum, yaitu Poryfera, Coleanterata, Platyhelminthes, Nemathelmintes, Rotifera, Bryzoa, Mollusca, Annelida, Andthopoda, Echinodermata, dan Cordata.

e.       Sistem Enam kingdom
Menurut Eubacteria dan Archaebacteria Sistem klsifikasi dibagi menjadi enam kingdom antara lain antara lain :
1.   Kingdom Eubacteria
Para makhluk hidup di Kingdom Eubacteria berupa makhluk hidup sel tunggal (uniseluler). Makhluk hidup yang dimasukkan dalam kerajaan Eubacteria memiliki sel prokariotik (sel sederhana yang tidak mempunyai kapsul sebagai lapisan terluarnya dan dinding sel didalamnya). Eubacteria juga dikenal dengan istilah bakteria.
2.   Kingdom Archaebacteria
Pada tahun 1977 seorang mikrobiolog bernama Carl Woese dan peneliti lain dari university of Illinois menemukan suatu kelompok bakteri yang memiliki ciri unik dan berbeda dari anggota kingdom Monera lainnya. Kelompok tersebut dinamakan Archaebacteria. Archaebacteria lebih mendekati makhluk hidup eukariot dibandingkan bakteri lain yang merupakan prokraiot. Hal itu menyebabkan terciptanya sistem klasifikasi 6 kingdom pemisah kingdom Archaebacteria dari anggota kingdom Monera lain yang kemudaian disebut Eubacteria. Namun hingga sekarang yang diakui sebagai sistem klasifikasi standar adalah sistem Lima Kingdom yang ditemukan oleh Whittaker.Makhluk hidup di Kingdom Archaebacteria tidak jauh berbeda dengan yang ada di Kingdom Eubacteria karena mereka dulunya satu Kingdom. Namun Archaebacteria umumnya tahan di lingkungan yang lebih ekstrem.
3.   Kingdom Protista
Makhluk hidup yang dimasukkan dalam kerajaan Protista memiliki sel eukariotik. Protista memiliki tubuh yang tersusun atas satu sel atau banyak sel tetapi tidak berdiferensiasi. Protista umumnya memiliki sifat antara hewan dan tumbuhan. Kelompok ini terdiri dari Protista menyerupai tumbuhan (ganggang), Protista menyerupai jamur, dan Protista menyerupai hewan (Protozoa, Protos: pertama, zoa: hewan). Protozoa mempunyai klasifikasi berdasarkan sistem alat geraknya, yaitu Flagellata/Mastigophora (bulu cambuk, contoh Euglena, Volvox, Noctiluca, Trypanosoma, dan Trichomonas), Cilliata/Infusiora (rambut getar, contoh Paramaecium), Rhizopoda/Sarcodina (kaki semu, contoh Amoeba), dan Sporozoa (tidak mempunyai alat gerak, contoh Plasmodium).
4.   Kingdom Fungi (Jamur)
Fungi memiliki sel eukariotik. Fungi tak dapat membuat makanannya sendiri. Cara makannya bersifat heterotrof, yaitu menyerap zat organik dari lingkungannya sehingga hidupnya bersifat parasit dan saprofit. Kelompok ini terdiri dari semua jamur, kecuali jamur lendir (Myxomycota) dan jamur air (Oomycota).
5.      Kingdom Plantae (Tumbuhan)
     Tumbuhan terdiri dari tumbuhan lumut (Bryophyta), tumbuhan paku (Pteridophyta), tumbuhan berbiji terbuka (Gymnospermae), dan tumbuhan berbiji tertutup (Angiospermae).
6.      Kingdom Animalia (Hewan)
Hewan memiliki sel eukariotik. Tubuhnya tersusun atas banyak sel yang telah berdiferensiasi membentuk jaringan. Hewan tidak dapat membuat makanannya sendiri sehingga bersifat heterotrof. Kelompok ini terdiri dari semua hewan, yaitu hewan tidak bertulang belakang (invertebrata/avertebrata) dan hewan bertulang belakang vertebrata.

2.5  Tujuan dan Manfaat Klasifikasi
Tujuan dan manfaat klsifikasi antara lain
Tujuan:
1.          Mempermudah pengenalan suatu objek kajian.
2.          Mendeskripsikan ciri ciri suatu makhluk hidup.
3.          Mengetahui hubungan kekerabatan makhluk hidup.
4.          Mengetahui evolusi makhluk hidup .
5.           
Manfaat :
1.         Mengetahui hubungan kekerabatan makhluk hidup antara satu dan lainnya.
2.         Mempermudah mempelajari suatu makhluk hidup yang beraneka ragam

            2.4  Pemberian Nama Mahkluk Hidup
Mengatasi pemberian nama yang bermacam-macam, Carolus Linnaeus, seorang ahli Biologi berkebangsaan Swedia, dalam bukunya Spesies Plantrum (1753) dan Systema Nature (1758), mengemukakan aturan atau pedoman penamaan bagi kelompok individu. Carolus Linnaeus yng memiliki asli Carl von Linne di kenal sebaga Bapak Taksonomi Modern.
            Sistem pemberian nama makhluk hidup yang digunakan Linnaeus disebut Sistem Binomial Nomenklatur dan bahasa yang digunakan adalah bahasa latin. Sistem Binomial Nomenklatur merupkan system pemberian nama hewan atau tumbuhan secara sah dan benar berdasarkan kode internasional. Pemberian nama diatur dengan kode Internasional Tata Nama Hewan dan Tumbuhan dengan mwnggunakan system tata nama dua kata dengan aturan sebagai berikut.
            Nama terdiri dari dua kata, kata pertama menunjukan tingkatan marga (genus) yang diawali hurup besar dan kata kedua menunjukan tingkatan jens (spesies) yang diawali dengan hurup kecil. Jika ditulis dengn hurup tegak, dua kata tersebut harus digarisbawahi, tetapi jika tidak digaris bawahi, dua kata tersebut harus dicetak miring.
Contoh : Gnetum gnemon atau Gnetum gnemon
Jika memiliki subspecies, nama tersebut ditambahkan pada kata ketiga. Jadi pada subspecies terdiri dari tiga kata, system ini disebut trinomial. Contoh : Felis maniculata  domesticus  (kucing jinak).
Untuk kelompok yang tingkatan kalsifikasinya lebih tinggi lagi, aturan penamaanya sebagai berikut :
a.                   Pada Hewan
Nama family berasal dari nama genus ditambah idea.
Nama subfamily berasal dari nama genus, ditambah inae. 
b.                   Pada Tumbuhan
Nama family diberi akhiran aceae atau ae
Nama ordo diberi akhiran ales.
Nama division diberi akhiran phyta.

           
           
           
BAB III
METODE PENELITIAN
3.1  Objek Penelitian
Penelitan dilakukan di Museum Biologi UGM yang terletak di Jalan Sultan Agung No. 22 Kecamatan Mergangsang, Kotamadya, Yogyakarta. Museum Bologi dirintis pertama kali oleh Prof. Drg. RG Indrayana (alm.) yang mengelola Museum Zoologicum  dan Prof. Ir. Moeso Soeryowinoto (alm.) yang mengelola  Museum Herbarium, kemudian kedua museum ini bergabung membentuk Museum Biologi UGM.
Pada tahun 1956, kedua museum ini berda di bawah Fakultas Biologi UGM Yogyakarta yang bertempat di Ndalem Mangkubumen, Ngasem, Kondang dengan sebutan Fakultas ‘’Komplek Ngasem”.
Perkembangan selanjutnya, atas prakarsa Dekan Fakultas Biologi Ir. Suryo Adisewoyo (alm.) bertepatan dengan Dies Natlis Fakultas Biologi UGM pada tanggal 20 September 1969, diresmikan Museum Biologi yang terletak di Jalan Sultan Agung No. 22 Kecamatan Mergangsang, Kotamadya, Yogyakarta. Peresmian dilakukan oleh Rektor Universitas Gadjah Mada,Prof. Dr. Soeroso H.Prawiroharjo, MA.(Alm.).
Museum Biologi UGM mulai  dibuka untuk umum sejak 01 Januari  1970.  Tahun 1969 -2001 pengelolaan museum ini berada di bawah tanggungjawab Drs. Anthon Sukahar sebagai ketua tim pelaksana sekaligus Direktur Museum yang pertama. Pengganti dari Drs. Anthon Sukahar yaitu :
Porf. Dr. Mammed Sagi (2001-2003),
Dr. RC. Hiayat Soesilohadi, MS (2003-2004),
Dr. L. Hartanto Nugroho,M.Agr. (2004-2008),
Drs. Trijoko, M.Si. (2008-2010), dan
Ludmilla Fitri Untari, S.Si.,M.Si. ( 2011- sekarang).
Koleksi Museum Biologi UGM ini khusus mengoleksi flora dan fauna. Meliputi sejumlah 3.752 buah koleksi herbarium ( awetan) dalam bentuk herbarium kering, herbarium basah, kerangka sert fosil.
Sebanyak 70% merupakan preparat tanaman  dan 30% merupakan preparat hewan. Koleksi-koleksi berasal dari Indnesia dan berasal dari luar negeri  yang merupakan sumbangan dari peneliti, dosen maupun dari masyarakat. Koleksi-koleksinya dintaranya koleksi binatang langka dan wajib dilindungi misalnya komodo, harimau, beruang madu, trenggiling, burung cendrawasih, dan buaya putih. Koleksi tumbuhan meliputi koleksi tumbuhan rendah (Cryptogamae) sampai koleksi tumbuhan tinggi (Spermatophyta) yang d awetkan dalam bentuk herbarium kering (1672 species dari 180 familia) dan herbarium basah (350 buah).
Museum Biologi UGM didirikan mempunyai tujuan :
a.          Menyimpan koleksi hayati untuk keperluan pendidikan,
b.         Menyelenggarakan peragaan ilmiah,
c.         Mengadakan pameran untuk umum sebagai sarana pengabdian masyarakat,
d.         Museum biologi sebagai sumber informasi keanekaragaman hayati,
e.         Museum biologi sebagai media pembelajaran keanekaragaman hayati dan konservasi.


1.2               Metode Penelitian
a.                   Menjelaskan (Explanation)
Menjelaskan adalah menerangkan suatu hal dengan detil di sertai keterangan
b.                   Deskripsi
Deskripsi adalah menggambarkan sesuatu.

1.3               Teknik penelitian
a.                   Survei Lapangan
“Survei Lapangan adalah metode yang digunakan untuk memperoleh data yang hanya ada pada kehidupan masyarakat secara langsung dengan menggunakan angket, wawancara, atau observasi”. (Retno Kuning D.P : 7)
b.                   Metode Studi Pustaka
“Metode studi pustaka merupakan metode yang dilakukan dengn cara mencari sumber data dan keterangan dari buku atau literature  di perpustkaan”.(Retno Kuning D.P : 7)
c.                    Wawancara
“Wawancara merupakan upanya untuk mempeloleh informasi secara lisan dari orag lain dalam bentuk tannya jawab.”(Endah W.,Sutiyarsih, Siti Maesaroh : 16)



BAB IV
PEMBAHASAN
            4.1  Sepuluh Macam Species Hewan Kelas Mamalia Musium yang di Observasi
            Hasil penelitian yang dilakukan di Museum Biologi mengenai sepuluh macam spesies hewan kelas mamalia diantaranya :
a.              Kangguru (Marcopus agilis )
b.              Sapi (Bos indicus)
c.              Kukang (Nycticebus coucang)
d.             Kijang (Muntiacus muntjak)
e.              Kelinci (Nesolagus sp)
f.               Lumba-lumba (Delphinus delphis)
g.              Orangutan (Pongo pygmaeus)
h.              Tupai (Tupai jewanica)
i.                Berang-berang (Amblonys cineren)
j.                Owa Jawa (Hylobates molch)

            4.2  Klasifikasi Sepuluh Macam Species Fauna Kelas Mamalia
a.                   Kangguru
Kingdom         : Animalia
Filum               : Chordata
Kelas               : Mamalia
Ordo                : Marsupialami
Famili              : Marcopodidae
Genus              : Macropus
            Spesies            : Marcopus agilis


b.                   Sapi
Kingdom       : Animalia
Filum             : Chordata
Kelas             : Mamalia
Ordo             : Artiodactyla
Famili            : Bovidae
Genus            : Bos
Spesies          : Bos indicus

c.              Kukang
Kingdom              : Animalia
Filum                    : Chordata
Kelas                    : Mamalia
Ordo                     : Primata
Famili                   : Corisidae
Genus                   : Nycticebus
Spesies     : Nycticebus coucang



d.             Kijang
Kingdom            : Animalia
Filum                  : Chordata
Kelas                  : Mamalia
Ordo                  : Artiocdatyla
Famili                 : Ceriudae
Genus                 : Muntiacus
Spesies               : Muntiacus Muntjak

e.          Kelinci
Kingdom            : Animalia
Filum                  : Chordata
Kelas                  : Mamalia
Ordo                  : Lagomprpha
Famili                 : Liporidae
Genus                 : Nesolagus
Spesies               : Nesolagus sp.

f.          Lumba-lumba
Kingdom             : Animalia
Filum                    : Chordata
Kelas                    : Mamalia
Ordo                     : Cetacea
Famili                   : Delphinidae
Genus                   : Delphinus
Spesies                 : Delphinus delphis

g.    Orangutan
Kingdom         : Animalia
Filum               : Chordata
Kelas               : Mamalia
Ordo                : Primata
Famili              : Pongidae
Genus              : Pongo
Species                        : Pongo pygmaeus

h.    Tupai
Kingdom         : Animalia
Filum               : Chordata
Kelas               : Mamalia
Ordo                : Scandentia
Famili              : Tupaiidap
Genus              : Tupai
Spesies             : Tupai jewanica




i.           Berang-berang
Kingdom         : Animalia
Filum               : Chordata
Kelas               : Mamalia
Ordo                : Karnivora
            Famili              : Mustelidae
            Genus              : Amblonys
            Spesies            : Amblonys cineren

j.      Owa Jawa
Kingdom         : Animalia
Filum               : Chordata
Kelas               : Mamalia
Ordo                : Primata
            Famili              : Hylobatidae
            Genus              : Hylobates
            Species            : Hylobates molch

            4.3  Habitat dan Daerah Penyebaranya
                        Daerah penyebaran dari sepuluh species fauna kelas mamalia:
a.                        Kangguru
Kangguru habitatnya daerah  dan daerah persebarannya di Australia.
b.              Sapi
Sapi habitatnya di pemukiman pesisir dan di pemukiman pedalaman yang lebih besar dan daerah persebarannya di Asia.
c.              Kukang
Kukang habitatnya di hutan primer, sekunder, hutan bamboo dan hutan bakau, dan daerah penyebarannya di Semenanjung Malaya, Sumatra, Kalimantan, Malayasia.
d.             Kijang
Kijang  habitatnya Hutan dan daerah semak beluk dan daerah persebarannnya di Amerika Utara dan Selatan.
e.              Kelinci
Kelinci habitatnya di hutan primer, ketinggian 600-1400m dari laut.Pesebarannya di daerah Sumatra.
f.               Lumba-lumba
Lumba–lumba habitatnya di peraran laut, dan persebarannya di Pulau Kalimantan, Sabah dan Serawak.
g.              Orang Utan
Habitat dari hewan ini Hutan  Tropik, dataran rendah., rawa-rawa, dan hutan perbukutan hingga ketinggian 1500 M dari air laut. Daerah persebarannya Sumatra bagian utara dan Kalimantan.
h.              Tupai
Tupai habitatnya di hutan primer dan daerah persebarannya di Jawa, Bali, Sumatra.


i.                Berang-berang
Berang-berang habitatnya di Sugai, Danau, Kolam dan pesawahan dan daerah persebarannya dari India sampai Cina Selatan, Asia Tenggara, Indonesia, Malayasia, dan Brunai.
j.                Owa Jawa
Habitat Owa Jawa di hutan tropic mulai dari dataran rendah pesisir, hingga pegunungan pada ketinggian 1500 M. daerah persebarannya di Pulau Jawa.
4.4              Ciri-Ciri Morfologi Sepuluh Spesies Hewan Kelas Mamalia yang di Observasi
a.                    Kangguru
Kanguru mempunyai dua kaki belakang yang kuat, telapak kakinya yang besar didesain untuk meloncat. Kanguru biasa melompat dengan kecepatan 20-25 km/jam. Tapi mereka bisa melompat hingga kecepatannya menjadi 70 km/jam. Harapan hidup kanguru sekitar 9-18 tahun. Walau kadang-kadang ada kanguru yang bisa bertahan hidup hingga 28 tahun.
b.                   Sapi
Ukuran tubuh besar, untuk jantan tanduk lebih pendek, lebih tebal, dan lebih lurus.
c.                    Kukang
Warna rambutnya beragam, dari kelabu keputihan, kecoklatan, hingga kehitam-hitaman. Pada punggung terdapat garis coklat melintang dari belakang hingga dahi, lalu bercabang ke dasar telinga dan mata. Berat tubuh 0,375-0,9 kg, panjang tubuh dewasa 19-30 cm.
d.                   Kijang
Panjang tubuh 89-125 cm, panjang ekornya 12- 23 cm, tinggi bahu 20-65 cm, berat badan 35 kg. Warna rambu ber variasi dari coklat gelap hingga coklat terang.
e.                    Kelinci
Panjang tubuh 350 -400mm, ekor sangat pendek sekitar 15 dengan berat badan sekitar 1,5 kg, rambut halus, telinga pendek.
f.                    Lumba-lumba
Penampilan pesut mirip dengan beluga, meski lebih berkerabat dengan orka. Spesies ini mempunyai melon (jaringan berlemak dan berminyak di kepala). Moncongnya tidak khas. Sirip punggung yang terletak dua pertiga posterior di punggung, pendek, tumpul, dan segitiga. Sirip tangan panjang dan lebar. Secara keseluruhan ia berwarna cerah, namun lebih putih di bawah tubuh daripada di punggung. Pesut dewasa beratnya lebih dari 130 kg dan panjangnya 2,3 m psaat dewasa. Panjang maksimum yang tercatat adalah jantan 2,75 m dari Thailand. Lumba-lumba ini dianggap mencapai kedewasaan seksual pada 7 sampai 9 tahun. Di belahan bumi utara, perkawinan dilaporkan berlangsung pada bulan Desember sampai Juni. Masa hamilnya 14 bulan, melahirkan seekor anak setiap 2 hingga 3 tahun. Saat lahir panjangnya 1 m dan beratnya 10 kg. Anak itu disapih setelah berumur dua tahun. Umur pesut dapat mencapai 30 tahun.
g.                   Orang utan
Mereka memiliki tubuh yang gemuk dan besar, berleher besar, lengan yang panjang dan kuat, kaki yang pendek dan tertunduk, dan tidak mempunyai ekor.Orangutan memiliki tinggi sekitar 1.25-1.5 meter.Tubuh orangutan diselimuti rambut merah kecoklatan. Mereka mempunyai kepala yang besar dengan posisi mulut yang tinggi. Berat orangutan jantan sekitar 50-90 kg, sedangkan orangutan betina beratnya sekitar 30-50 kg.
h.                   Tupai
Tubuh kecil dan ramping,kepala dan tubuh sekitar 15cm, ekor sekitar 18 cm, tubuh bagian atas berwarna kuning, coklat abu-abu.
i.                     Berang-berang
Berbentuk mirip musang, berang-berang memiliki tungkai yang relatif lebih pendek, dengan cakar yang berselaput, dan –kecuali berang-berang laut– mempunyai ekor yang panjang berotot. Rambut-rambut di tubuhnya terdiri dari dua lapisan. Bagian luar dengan rambut-rambut yang panjang dan relatif keras, kaku; dan bagian dalam dengan rambut-rambut yang halus, lunak. Lapisan dalam ini tidak tembus air dan memerangkap udara di dalamnya, sehingga menjaga kulit berang-berang tetap kering dan hangat meskipun tengah berenang di air yang amat dingin.
j.                     Owa Jawa
Rata-rata owa betina melahirkan sekali setiap tiga tahun, dengan masa mengandung selama 7 bulan. Anak-anaknya disusui hingga usia 18 bulan, dan terus bersama keluarganya sampai dewasa, yang dicapainya pada umur sekitar 8 tahun. Owa muda kemudian akan memisahkan diri dan mencari pasangannya sendiri. Berat tubuhnya rata-rata mencapai 8 kg.


            4.5  Manfaat dari Sepuluh Macam Spesies Hewan Kelas Mamalia
a.                   Kangguru
Tidak ada
b.                   Sapi
Hewan ini dapat diambil daging, susu dan tenaganya.
c.                   Kukang
Hewan ini di manfaatkan di jadikan hewan peliharaan.
d.                  Kijang
Hewan ini dapat mamfaatka dengan cara di ambil daging dan kulitnya.
e.                   Kelinci
Sebagai hewan peliharaan.
f.                    Lumba-lumba
Hewan ini dapat di manfaatkan engan cara di ambil dagingnya dan dan sebagai hewan pertunjukan.
g.                   Orang utan
Hewan ini di manfaatkan dengan cara di ambil dagingnya dan merupakan hewan percobaan.
h.                   Tupai
Hewan ini di mamfaatkan sebagai bahan percobaan di biomedis.
i.                        Berang-berang
Merupakan anggota ekosistem yang penting bagi habitatnya
j.                        Owa Jawa
Di buru sebagai hewan peliharaan.

4.6  Makanan yang dapat di Konsumsi oleh Sepuluh Spesies Hewan   Kelas Mamalia
a.     Kangguru
Makanannya yaitu rumput-rumputan.
b.    Sapi
Makanannya yaitu rumput-rumputan.
c.     Kukang
Makanan yang dapat di konsumsi oleh hewan ini adalah buah-buahan, serangga, molusca, kadal, biji, telur burung dan getah.
d.    Kijang
Makanan yang dapat di konsumsi hewan ini adalah rumput, dan pucuk-pucuk muda dari tumbuhan.
e.     Kelinci
Rumput-rumputan, daun-daunan, akar tanaman dan buah-buahan yang jatuh.
f.     Lumba-lumba
Makanannya yaitu ikan dan cumi-cumi laut dalam.
g.    Orangutan
Makanan yang dapat di konsumsinya adalah buah, mannga, daun muda, kulit kayu dan serangga.
h.    Tupai
Makanannya yaitu aneka avertebrata/serangga dan buah.
i.      Berang-berang
Makanan yang dapat di konsumsinya adalah kepiting, udang, dan molusca lainnya
j.      Owa jawa
Makanannya yaitu buah, biji, bunga dan hewan kecil.


BAB  V
KESIMPULAN DAN SARAN
1.1                          Kesimpulan
Setelah menjelaskan dan menggambarkan pokok-pokok pikirin dari setiap bab maka penulis menarik simpulan sebagai berikut :
a.  Sepuluh Macam Hewan Kelas Mamalia Musium yang di Observasi antara lain :
1.      Kangguru (Marcopus agilis )
2.      Sapi (Bos indicus)
3.      Kukang (Nycticebus coucang)
4.      Kijang (Muntiacus muntjak)
5.      Kelinci (Nesolagus sp)
6.      Lumba-lumba (Delphinus delphis)
7.      Orangutan (Pongo pygmaeus)
8.      Tupai (Tupai jewanica)
9.      Berang-berang (Amblonys cineren)
10.  Owa Jawa (Hylobates molch
b.                  Klasifikasi Sepuluh Macam Hewan Kelas Mamalia
Pengklasifikasian sepuluh kelas mamalia tersebut berdasarkan pengklasifikasian makhluk hidup dengan menggunakan system “Binomial Nomenclatur”, yang di kemikakan oleh Carlus Linacus, yaitu setiap makhluk hidup terdiri dari dua kata latin. Kata pertama menggunakan “Genus” yang awal penulisannya menggunakan huruf besar. Kata kedua menunjukan “Spesies” dan penulisannya di awli dengan huruf kecil. Kedua kata tersebut dicetak miring atau di garis bawahi
c.                   Habitat dan daerah penyebarannya
meliputi daerah pesisir Asia, Autralia, dan Ameriaka
d.                  Ciri Morfologi dari Sepuluh Hewan tersebut
Berbeda satu sama lain karena di sesuaikan dengan makanan yang mereka konsumsi dan habitatnya.
e.                   Manfaat dari Sepuluh Macam Hewan Kelas Mamalia
Berguna bagi kelangsungan ekosistem dan kehidupan dan saling melengkapi antara yang satu dengan yang lainnya.
f.                    Makanan yang di Konsumsi oleh  hewan tersebut
 sesuai dengan bentuk morfologi dan anatomi dari hewan tersebut.
1.2          Saran
Adapun saran sebagai berikut :
a.     Museum biologi ditingkatkan kembali memeliharaannya
b.    Ketika melakukan pengamatan di Museum Biologi waktu lebih di tambah lagi, agar semua jenis hewan yang ada di sana dapat di amati semua.
c.     Biaya masuk museum di harapkan dapat terjangkau anak sekolahan.
d.    Koleksi museum lebih di tingkatkan kemabali.
e.     Keterangan mengenai hewan-hewan  museum harus lebih jelas.


































Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

I was waiting for his comments